Ketika Setan Berteman

Di keheningan jiwa suara itu muncul, muncul dan terus mendesak. Aku tak mampu merasakannya lebih dalam, namun entah mengapa aku semakin yakin bahwa yang aku rasa ini adalah rasa. Rasa yang luar biasa yang tak pernah aku rasakan dari semenjak aku jabang bayi. Aku tak pernah menyangka, ada makhluk lain selain manusia di muka bumi ini, namun kenyataan membuat aku tahu bahwa ada si baik malaikat dan si jahat setan.Namun mengapa tuhan menciptakan sosok yang jahat? Nampaknya tuhan tidak adil membuat semua ini, atau manusianya yang terlarut dengan suatu konstruksi yang tidak jelas dari mana asal usulnya. Suatu nomena yang di yakini oleh masyarakat adanya, bahwa setan adalah makhluk yang jahat dan tidak sepantasnya berada di dalam jasad manusia.

Aku pun tidak menyangkal hal itu, dari kecil aku hidup dikalangan yang notabene adalah pemeluk agama yang kuat. Dari kecil sekecil biji karet sampai aku besar sebesar pohonnya, nampaknya persepsi tentang setan dan makhluk sejenisnya tidak pernah berubah, setan selalu dihindari, di caci maki, bahkan seolah ulama menyatakan kalau setan adalah musuh utama manusia dan setanlah yang disalahkan ketika Nabi Adam As jatuh ke bumi. Kasihan dan miris memang, jika aku jadi setan apa aku tahan dengan semua tudingan dan cercaan dari makhluk yang terkadang munafik ? mungkin aku akan curhat kepada tuhan kenapa aku diciptakan seperti ini ? dan mengapa aku diciptakan untuk menjadi penghuni liang api milikmu?

Dengan kesadaran yang tinggi dan tingkat keimanan yang “tentative” aku pun tak sadar bahwa aku sudah tidak lagi berseteru dengan setan, khususnya di waktu-waktu dimana perkerjaan tidak lagi menghimpit hidupku. Ya waktu dimana aku mampu berkhayal dengan tingkat imajinasi yang mungkin malaikat sekalipun tidak mampu menyainginya, aku bersanding di sampingnya, bahkan ia sangat akrab denganku. Seolah tak ada lagi teman dalam hidupku, setan memberikan segalanya yang aku inginkan dengan mudah dan cepat. Hingga akhirnya suasana semakin membuat aku terlarut dan sadar bahwa aku telah melakukan sebuah dosa. Dosa yang orang bilang akan mampu menjerumuskan aku ke liang api yang sangat panas, dosa yang mampu membuat bumi akan menolakku. Namun apa dalam kasus ini setan yang salah? Apa setan jahat telah membuat aku larut dalam dosa-dosaku? Nampaknya itu hanyalah alasan manusia munafik yang tidak mau disalahkan dalam banyak hal, alasan dari berbgai kemungkinan yang akan menjeremuskan manusia ke dalam liang api yang sangat panas. Aku sadar sebagaimana ciptaan tuhan lainnya, setan diberikan tugas dan peranannya. Ya tugas yang harus ia lakukan dan peranan yang harus ia mainkan.

Sebagai setan ia mendapat tugas untuk menghasut manusia kedalam jurang kemaksiatan, membujuk manusia untuk melakukan dosa persis seperti apa yang aku lakukan. Dan persis seperti manusia yang diciptakan tuhan untuk berbuat kebajikan, setan pun akan salah apabila ia tidak melakukan kewajibannya untuk menghasut manusia untuk berbuat dosa, jadi apa pantas jika kita melimpahkan setiap dosa-dosa kita ke setan? Nampaknya hal itu akan terus dilakukan oleh manusia yang munafik yang tidak mau menyadari bahwa setiap kesalahan dan dosa yang ia perbuat adalah karena kelalaian dan kebodohan mereka sendiri.

Penulis: Cheppy

Gambar: galeryhip.com

Advertisements